Elaborasi Konsep Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebaikan sebagai Pemimpin
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebaikan sebagai Pemimpin
Peran guru tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga
pembimbing bagi peserta didik. Menurut Mulyono (2021:96), guru pada abad 21
berperan sebagai fasilitator yang menyediakan stimulus baik berupa strategi
pembelajaran, bimbingan dan bantuan ketika peserta didik mengalami kesulitan
belajar. Guru abad 21 itu guru harus mempunyai kemampuan untuk memahami
karakter peserta didik . Sehingga ketika merancang pembelajaran bisa
menyesuaikan dengan karakteristik, kondisi, dan keadaan peserta didik.
Etika merupakan suatu ilmu tentang kesusilaan dan
perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip
dan aturan tentang tingkah laku yang benar. Etika adalah kewaijban dan
tanggungjawab moral setiap orang dalam berperilaku di masyarakat. Etika
memiliki peran yang sangat vital di dunia pendidikan. Pembentukan sikap,
kepribadian, moral dan karakter seorang tenaga pendidik haruslah bisa menjadi
contoh dan panutan serta pula menjadi acuan bagi pergaulan bagi siswanya.
Dalam menjalankan perannya, tentu seorang pemimpin di
sekolah akan menghadapi berbagai situasi dimana ia harus mengambil suatu
keputusan dimana ada nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar,
namun saling bertentangan. Situasi seperti ini disebut sebagai sebuah dilema
etika. Disaat itu terjadi, keputusan mana yang akan diambil? Tentunya ini bukan
keputusan yang mudah karena kita akan menyadari bahwa setiap pengambilan
keputusan akan merefleksikan integritas sekolah tersebut, nilai-nilai apa yang
dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut, dan keputusan-keputusan yang diambil
kelak akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan
lingkungan sekitarnya.
Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno, Ethikos
yang berarti kewajiban moral. Sementara moral berasal dari bahasa Latin, mos
jamaknya mores yang artinya sama dengan etika, yaitu, ‘adat kebiasaan’.
Moralitas sebagaimana dinyatakan oleh Bertens (2007, hal. 4) adalah keseluruhan
asas maupun nilai yang berkenaan dengan baik atau buruk. Jadi moralitas
merupakan asas-asas dalam perbuatan etik. Istilah lain yang mirip dengan etika,
namun berlainan arti adalah etiket. Etiket berarti sopan santun. Setiap
masyarakat memiliki norma sopan santun. Etiket suatu masyarakat dapat sama,
dapat pula berbeda. Lain halnya dengan etika, yang lebih bersifat ‘universal’
etiket bersifat lokal (Rukiyanti, Purwastuti, Haryatmoko, 2018).
Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali kita
bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak berkaitan
dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara
universal, seperti yang telah disampaikan di atas. Seseorang yang memiliki
penalaran yang baik, sepantasnya menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip
etika yang pasti. Prinsip-prinsip etika
sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan
disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa,
maupun agama seseorang.
Nilai-nilai kebajikan universal berkaitan dengan Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak, serta Budaya Positif. Diane Gossen (1998) seorang
pakar pendidikan dan praktisi disiplin positif mengemukakan bahwa pemahaman
terhadap nilai-nilai kebajikan universal ini merupakan hal kunci yang perlu
diajarkan kepada murid-murid kita. Selanjutnya Gossen berpendapat bahwa bila
kita ingin menumbuhkan motivasi instrinsik dari dalam diri seseorang, maka
tumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebajikan universal. Nilai-nilai
kebajikan universal bisa berupa antara lain Keadilan, Keselamatan, Tanggung
Jawab, Kejujuran, Rasa Syukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih
Sayang, Rajin, Berkomitmen, Percaya Diri, Kesabaran, Keamanan, dan lain-lain.
Pengambilan keputusan merupakan ketrampilan yang harus
dikuasai oleh seorang pemimpin pembelajaran. Dalam mengambil keputusan,
pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan 3 hal, yaitu nilai-nilai kebajikan
universal, tanggung jawab, dan berpihak kepada murid.
2.2 Bujukan Moral dan Dilema Etika
Komentar
Posting Komentar