AKSI NYATA MODUL 3.1
AKSI NYATA MODUL 3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN
SEBAGAI PEMIMPIN
RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1
A. Latar Belakang
Sebagai seorang pemimpin pembelajaran setiap saat
harus mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan, terkadang seorang
pemimpin dihadapkan pada dilema-dilema etika yang memaksanya harus membuat
pilihan. Keputusan yang tepat, bijaksana dan berpihak kepada murid adalah
keputusan yang diharapkan dari seorang pemimpin pembelajaran. Dalam mengambil
keputusan, seorang pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa hal
dan keputusan harus didasarkan pada 3 unsur, yaitu berdasarkan nilai kebajikan
universal, bertanggung jawab, dan berpihak kepada murid.
Saat di kelas, murid kita sering minta jeda waktu
untuk istirahat setelah jam olah raga. Padahal kita dituntut mengajar sesuai
RPP. Jadi kita juga harus membuat keputusan apakah memberi jeda atau langsung
mengajar. Ada siswa sering membolos dan sudah diperingatkan, juga sudah
dilakukan mediasi kunjungan rumah, dialog dengan orang tua juga sudah
dilakukan. Ternyata anak tersebut harus bekerja malam sehingga saat sekolah
pagi dia bangun kesiangan dan sering membolos. Anak tersebut harus menanggung
ekonomi keluarga dimana ibunya sakit dan ayahnya sudah meninggal. Dalam situasi
ini pun kita harus mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab,
mengandung nilai kebajikan universal dan berpihak kepada murid.
Kasus ketiga adalah tentang seorang anak yang selalu
terlambat. Rumahnya 600 meter dari sekolah Namun setiap hari selalu bangun
kesiangan dan terlambat ke sekolah. Sudah dihukum dengan berbagai cara, namun
tetap saja terlambat. Keputusan apa yang diambil oleh seorang pemimpin
pembelajaran dalam meghadapi kasus seperti ini?
Dari berbagai situasi yang dihadapi, seorang
pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan banyak hal. Ada 9 langkah yang bisa
membantu seorang pemimpin pembelajaran dalam membuat keputusan. Sembilan
langkah tersebut adalah; 1. mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, 2. menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3. kumpulkan fakta-fakta yang relevan
dengan situasi ini, 4. pengujian benar atau salah, 5. pengujian paradigma benar
lawan benar, 6. melakukan prinsip resolusi, 7. investigasi opsi trilema, 8. buat
keputusan,dan 9. lihat lagi keputusan dan refleksikan.
B. Tujuan
Aksi nyata ini dilakukan dengan tujuan:
1) Penerapan pemahaman
dan pengetahuan yang didapat selama mempelajari paket modul modul 3.1 tentang
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, baik dalam pembelajaran
kepada murid maupun melaksanakan tugas lainnya.
2) Menjadi praktik baik
sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
3) Memberikan pelayanan
yang optimal kepada murid melalui pengambilan keputusan yang berpihak kepada
murid.
4)
Membantu guru dan murid untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi
dengan meningkatkan efektifitas komunikasi dan kolaborasi sesama guru, murid
dan juga dengan orang tua/wali murid, serta optimalisasi peran wali kelas
C. Tolok Ukur
Tolok Ukur dari Aksi nyata ini adalah:
1) Teratasinya
permasalahan yang dihadapi tanpa ada yang merasa dirugikan (pelayanan terhadap
murid dan tugas pribadi guru terpenuhi).
2) Pengetahuan dan
pemahaman tentang strategi penyelesaian permasalahan yang dihadapi terkait
dengan dilema etika meningkat.
3) Pengelolaan diri dalam
pengambilan keputusan.
4) Terjalinnya komunikasi
dan kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada dalam rangka
memberikan pelayanan secara optimal kepada murid.
D. Hasil Aksi Nyata
1) Calon guru penggerak
dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan dapat mengambil keputusan dengan
menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan, 3 prinsip, dan 4 paradigma serta
menggunakan 5 uji benar melawan benar.
2) Memberikan pelayanan
kepada murid dengan membuat keputusan yang bertanggung jawab, berdasar nilai
kebajikan universal, dan berpihak kepada murid.
E. Linimasa Tindakan yang dilakukan
1) Konsultasi dengan
Kepala Sekolah
2) Komunikasi dan
koordinasi dengan guru dan segenap stakeholder yang ada di sekolah
3) Komunikasi dengan
murid
4) Pelaksanaan
pengembilan keputusan
5)
Refleksi dan Tindak lanjut
F. Dukungan yang dibutuhkan
1) Kebijakan Kepala
Sekolah
2) Komitmen Guru
3) Komitmen murid
4)
Sarana dan Prasarana
REFLEKSI AKSI NYATA
MODUL 3.1`
1. Peristiwa (Facts):
Pada kenyataannya
seorang pemimpin pembelajaran selalu dihadapkan kepada dilemma etika. Bahkan
dalam kasus sederhana pun, seorang pemimpin pembelajaran harus membuat
keputusan-keputusan untuk menentukan langkah tindakan yang tepat dalam situasi dilemma
etika yang dihadapi. Semakin sering kita melakukan keputusan, maka kita semakin
terampil dalam menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan. Pada akhirnya kita
akan semakin bijak dalam menentukan keputusan sebagai seorang pemimpin.
Keputusan yang kita
ambil harus didasarkan pada 3 hal; yaitu: berbasis nilai kebajikan universal,
bertanggung jawab, dan berpihak kepada murid.
2. Feeling / Perasaan
Menerapkan 9 langkah
pengambilan keputusan awalnya terasa ribet, karena harus melalui 9 langkah dulu
baru kita sampai pada keputusan. Namun pada akhirnya, 9 langkah itu bukan lagi
hal yang ribet karena dengan banyak praktik maka kita akan menjadi terbiasa
untk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dan selalu melakukan pengujian
sebelum pada akhirnya membuat keputusan.
3.
Finding/Pembelajaran
Dari praktik aksi
nyata melakukan pengambilan keputusan dengan 9 langkah, 5 uji, 3 prinsip dan 4
paradigma pengambilan keputusan, saya banyak belajar bahwa:
1) Sebagai pemimpin pembelajaran kita harus memikirkan
masak-masak melalui 9 langkah pengambian keputusan sebelum benar-benar membuat
keputusan agar keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang menerapkan
nilai-niai kebajikan universal, bertanggung jawab dan berpihak kepada murid.
2) Dengan melakukan 9 langkah pengambilan
keputusan, seorang pemimpin pembelajaran akan berlatih dan terbiasa untuk
mengambil keptusan yang menerapkan nilai-niai kebajikan universal, bertanggung
jawab dan berpihak kepada murid.
3) Dengan menggunkan 9 langkah pengambilan
keputusan kita tidak membuat keputusan yang sembrono da nasal-asalan.
4. Future (Penerapan)
Ke depan saya akan
selalu menggunakan 9 langkah , 4 paradigma, 3 prinsip, dan 5 uji benar melawan
berar dalam setiap pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
Saya tidak akan serta-merta mengambil keputusan terhadap setiap dilemma yang
saya hadapi. Dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan, saya berharap
saya akan terbiasa dan terampil menerapkannya dan dapat mengambil keputusan
yang berbasis nilai kebajikan universal, bertanggung jawab, dan berpihak kepada
murid.

Komentar
Posting Komentar