3. STRATEGI MODIFIKASI KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
Pada tahap berkembang satuan pendidikan dapat mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan contoh dokumen yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
Caranya dengan memodifikasi bagian pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran sesuai kondisi satuan pendidikan.
Tanpa didasarkan pada refleksi terhadap analisis karakteristik satuan pendidikannya.
Jika kita perlu melakukan pengumpulan informasi untuk mencari aspirasi dan mengolahnya dengan metode analisis tertentu.
Modifikasinya bisa melalui pengalaman/pendapat profesional kita, arahan kepala sekolah, pihak yayasan atau pengawas.
Yang dimaksud pendapat dan pengalaman profesioanal adalah pendapat yang didasari pengalaman profesional, tidak mencari informasi secara khusus tetapi berdasarkan apa yang diamati sehari-hari dari pengalaman profesional. Misalnya apa yang disukai murid? experimen. Kok tahu ? Karena dari pengamatan sehari-hari.
Pendapat profesional disebut juga profesional judgement.
Cara menyiapkan komponen satuan pendidikannya pada tahap berkembang bagaimana?
Caranya bisa dengan memodifikasi dari contoh kurikulum operasional satuan pendidikan yang sudah disediakan oleh Kemendikbudristek.
Ada banyak contoh kurikulum operasional satuan pendidikan yang bisa kita pelajari yang digunakan sebagai referensi.
Bisa juga memilih contoh dokumen dari kesamaan jenjang atau yang kondisi letak geografisnya mirip.
Misalnya mengambil contoh dari sekolah yang letaknya sama-sama di perkotaan atau daerah industri.
Tersedia banyak inspirasi untk belajar yang kemudian dimodifikasi.
Apa yang perlu diperhatikan saat kita melakukan modifikasi?
1. Libatkan pihak-pihak yang dapat memberi pendapat profesional berdasarkan pengalaman kesehariannya di satuan pendidikan seperti kepala sekolah, wakasek, perwakilan guru, dan pihak yayasan jika ada.
Pengawas juga dapat dilibatkan sebagai tempat untuk berkonsultasi.
Kedua, gunakan hasil pengamatan sehari-hari terhadap situasi nyata atau kondisi satuan pendidikan. Ini adalah kunci bagi satuan pendidikan yang riil dan relevan.
Ketiga, Perhatikan etika menyadur halaman daftar pustaka karena kita menggunakan dokumen sekolah lain sebagai referensi.
Apa saja yang dimodifikasi?
Pada contoh-contoh yang disediakan kemendikbudristek umumnya karakateristik satuan pendidikan memuat profil satuan pendidikan peserta didik, pendidik, dan orang tua.
Ada juga hasil analisis mengenai sosial budaya seperti kekhasan daerah, peran di masyarakat, dan hal lainnya yang relevan.
Namun untuk di tahap berkembang ini kita bisa fokuskan dulu untuk memodifikasi pada profil-profil yang berkaitan dengan kondisi internal satuan pendidikan . Modifikasinya dilakukan berdasarkan informasi dan pendapat profesional yang kita miliki.
Untuk profil yang berkaitan dengan faktor eksternal bisa tidak dicantumkan atau dilakukan penyesuaian kecil selama masih relevan.
Apa saja yang bisa dilakukan untuk menyusun KOSP di tahap berkembang:
1. Kepala satuan pendidikan dapat mengumpulkan wakasek, perwakilan pendidik, serta pihak lain yang dapat memberikan pendapat profesionalnya.
2. Pelajari contoh KOSP
3. Lakukan modifikasi sesuai dengan keadaan satuan pendidikan berdasarkan pendapat profesional maupun arahan.
Walaupun tanpa didasari analisis dan refleksi modifikasi yang kita lakukan tetap diupayakan relevan dengan satuan pendidikan oleh karena itu pendapat profesional dan pengalaman kita sehari-hari sangat bermanfaat untuk menemukan karakteristik satuan pendidikan.
Dalam menyusun KOSP hendaknya juga harus berpusat kepada peserta didik.
Contoh memodifikasi karakteristik satuan pendidikan
Salah satu langkah analisis satuan pendidikan adalah melibatkan pihak-pihak yang dapat memberi pendapat profesional berdasarkan pengalaman kesehariannya di satuan pendidikan.
Pada tahap berkembang di satuan pendidikan boleh memodifikasi dari contoh dokumen kurikulum yang disediakan Kemendikbudristek
1. Memilih dokumen kurikulum yang memiliki kemiripan dengan satuan pendidikan. Kemiripan dari sama jenjang atau kemiripan letak geografis daerahnya.
Pada tahap berkembang bisa memodifikasi bagian internalnya saja dulu, dan kondisi eksternal bisa dihapus saja.
Halaman daftar pustaka harus dimodifikasi dengan mencantumkan KOSP sekolah yang disadur.
2. melibatkan pihak-pihak yang dapat memberi pendapat atau pengalaman profesionalnya
3. menggunakan hasil pengamatan sehari-hari terhadap situasi nyat atau kondisi satuan pendidikan.
4. jangan lupa memperhatikan etika penyaduran.
KOSP
VISI DAN MISI SEKOLAH
Cara merumuskan visi dan misi sekolah
Dalam pembelajaran dengan paradigma baru, pemerintah pusat menetapkan Kerangka Dasar Kurikulum untuk dijadikan acuan.
Berdasarkan kerangka tersebut sekolah mempunyai kewenangan untuk merumuskan KOSP
yang diawali dengan merumuskan visi dan misi
Perlu diketahui tentang panduan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan dan dokumen visi dan misi sekolah yang dimiliki untuk referensi
Visi
adalah cita-cita bersama untuk jangka waktu tertentu yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga sekolah
Misi
adalah cara-cara yang dilakukan oleh sekolah dalam mencapai visi tersebut
Visi adalah tujuan yang ingin kita capai dalam rentang waktu tertentu
Misi adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut
KOSP bersifat fleksibel dan dinamis
artinya satuan pendidikan dapat mengembangkannya sesuai karakteristik dan kebutuhan selama selaras dengan kerangka dasar yang ditetapkan oleh pemerintah
Visi dan misi yang merupakan salah satu komponen utama dalam kurikulum operasional di satuan pendidikan menjadi acuan di seluruh kegiatan pembelajaran.
Pada praktiknya semua sekolah wajib berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai visi dan misi dalam kegiatan sehari-hari
Untuk itu penyusunan visi dan misi ini menjadi kunci dan harus melalui tahapan analisis
karakteristik satuan pendidikan serta memiliki refleksi berkala sekitar 4-5 tahun sekali untuk memastikan bahwa visi dan misi masih relevan
Sebelum mengembangkan kurikulum operasionalnya satuan pendidikan melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan
Keadaan yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal murid, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan
Untuk SMK karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya
Untuk melakukan analisis lingkungan belajar, kita perlu memperhatikan (Analisis Lingkungna Belajar):
1. perlibatan perwakilan warga satuan pendidikan murid dan tenaga kependidikan
2. penggunaan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi pendanaan, sistem dan kebijakan di daerah, kemitraan dan informasi lain yang sesuai
3. pengalokasian waktu yang cukup untuk pengumpulan pengorganisasian analisis dan dokumen data
4. pemiahan informasi yang relevan da menyimpulkan untuk pengembangan strategi ata solusi yang bisa didapat dengan kuesioner, wawancara, diskusi kelompok terpimpin, observasi, maupun menggunakan data lain seperti dari rapor pendidikan.
Langkah selanjutnya menyusun visi dan misi
Visi
- berupa gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan
-rumuskan visi yang bersifat realistis, kredibel dan atraktif
-vsi sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal dan berfokus
Untuk merumuskan MISI;
- penyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidkan
-rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan bukan kalimat yang menunjukkkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi
-antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan secara jelas. Satu indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi
- Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi pada peserta didik
Saat melakukan analisis lingkungan belajar pastikan visi , misi dantujuan tidak bertentangan dengan kerangka kurikulum yang ditetapkan oleh pusat yakni:
1. tujuan pendidikan nasional
2. Profil Pelajar Pancasila
3. Struktur Kurikulum
4. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
5. Capaian Pembelajaran
Ada banyak cara untk merumuskan visi dan misi
Satuan pendidikan perlu melibatkan seluruh warga sekolah
1. Ajukan wawancara atau survey untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya
Berikan pertanyaan utnuk murid sesuai dengan tahapan perkembangan belajarnya
Contoh pertanyaan untuk murid:
1. Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi satuan pendidikan?
2. Satuan pendidikan seperti apa yang kamu inginkan?
3. Hal apa yang paling ingin didapat di satuan pendidikan?
4. APa yang paling penting bagi kamu di satuan pendidikan?
Pertanyaan untuk staf/Guru:
1. Mengapa memilih profesi sebagai pendidik di satuan pendidikan? APa yang ingin dicapai?
2. Apa harapan bagi pelajar yang ada di satuan pendidikan ini? Jika mereka sudah keluar atau sudah lulus ingin mereka menjadi individu seperti apa?
3. Apa nilai-nilai yang anda percaya? Bagaimana menanamkan itu pada pelajar? APa perubahan diri yang diharapkan terjadi?
4.
Pertanyaan untuk orang tua
1. Mengapa memilih satuan pendidikan ini?
2. Apa harapannya terhadap satuan pendidikan?
3. Pribadi sebagai peserta ddik seperti apa yang diharapkan?
4. Apa yang paling penting yang perlu dipelajari di satuan pendidikan?
Analisis jawaban wawancara dan cari keterkaitan satu dengan yang lain. Kumpulkan persamaan dan rumuskanlah dalam satu kalimat visi.
Saat visi sudah dirumuskan , maka kita bisa merumuskan misi
1. teukan indikator-indikator dalam kalimat visi
2. Membuat kalimat aksi sebanyak-banyaknya dari indikator visi
3. kumpulkan dan analisa semua kalimat aksi yang telah dibuat
4. rumuskan ke dalam kalimat sederhana namun dengan cakupan yang lebih luas
Contoh kalimat visi
1. Konteks sekolah berada di daerah pegunungan yang menjadi destinasi wisata
Beberapa harapan warga sekolah:
- Sekolah melahirkan murid-murid yang cerdas
- Sekolah melahirkan murid-murid yang berakhlaq
- Sekolah melahirkan generasi yang bertanggung jawab
- Sekolah melahirkan generasi yang peduli akan lingkungan
Dengan menganalisa konteks sekolah maka visi sekolah adalah
Menjadi institusi terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lulusan yang berprestasi, berakhlaq mulia dan bertanggung jawab
Dengan melihat ndikator visi, maka misi sekolah adalah:
1. Mendukung seluruh kegiatan murid yang sifatnya positif dan berlandaskan iman dan taqwa
2. Menanamkan sikap berbudi pekerti luhur dalam kegiatan sehari-hari
3. Memberikan konseling pendisiplinan terhadap murid secara berkala
4. Memberlakukan program dan kegiatan berbahasa Inggris di sekolah
5. Menumbuhkan kesadaran akan lingkungan melalui program cinta lingkungan
6. Menjaga kelestarian alam melalui jalinan kerjasama yang baik antara warga sekolah dan sekitarnya dlam berbagai kegiatan lingkungan
Contoh 2
Konteks sekolah berada di kota besar
Beberapa harapan warga sekolah:
- Sekolah melahirkan murid-murid yang cerdas
- Sekolah melahirkan murid-murid yang unggul dalam teknologi
- Sekolah melahirkan generasi yang positif dan semangat
- Sekolah melahirkan generasi yang saling menghargai dan saling menghormati
Dengan menganalisa konteks sekolah maka visi sekolah adalah
Mencetak lulusan yang cerdas, unggul dalam IPTEK dan berwawasan global dengan berlandaskan Pancasila.
Dengan melihat ndikator visi, maka misi sekolah adalah:
1. Melaksanakan program pembelajaran yang aktif,inovatif kreatif dan menyenangkan dengan pendekatan STEAM
2. Berperan aktif dalam kegiatan lomba akademik dan non-akademik
3. Membudayakan hidup disiplin berjiwa sosial, berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
4. Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan sesuai denga kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi
6. Mendorong kegiatan yang bersifat kolaborasi dan nteraksi dengan organisasi-organisasi lokal dan internasional
KRITERUA TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan.
Tujuan satuan pendidikan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan atau program keahlian.
Dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan
Khusus untuk jenjang SMK tujuan dirumuskan untuk setiap program keahlian
Tuuan satuan pendidikan merupakan turunan dari visi dan misi yang telah ditentukan oleh satuan pendidikan
Tujuan dibuat untuk menerjemahkan kalimat tindakan dalam misi menjadi aksi-aksi specifik dan terukur
Aksi-aksi nilah yang selanjutnya akan digunakan manajemen satuan pendidikan untuk menyusun program kerja yang akan direfleksikan dan dievaluasi dalam kurun waku tertentu
Agar kita dapat mencapai puncak gunung tentu ada beberapa pos atau titik yang harus kita lewati
Kita perlu memastikan setiap pos dilewati dengan baik
misalnya untuk mencapai pos pertama kita harus menyusuri sungai, kita harus membawa air sebagai bekal di pos kedua, kita juga harus bisa membaca aliran sungai apakah alirannya berbahaya atau tidak
Namun jika sebuah gunung memiliki beberapa jalur pendakian, tentu kita harus memilih terlebih dahulu
jalur mana yang akan kita gunakan karena perjalanan dan medan yang akan kita lewati setiap pos di jalur tersebut akan berbeda
Kita perlu menyesuaikan jalur pendakian yang dipilih sesuai dengan kesiapan atau kondisi kita
Begitu pula saat menentukan misi dan tujuan
Kita harus memastikan bahwa misi dan tujuan yang ditentukan sesuai dengan misi dan karakteristik peserta didik, daerah, dan pendidik
Dengan begitu, tujuan pun akan lebih terarah sehingga memudahkan pencapaian fisik
Tujuan satuan pendidikan yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Selaras dengan visi dan misi dan nilainilai satuan pendidikan
2. Tujuan satuan pendidikan fokus pada hasil yang diinginkan peserta didik
3. tujuan satuan pendidikan yang ditetapkan harus mendukung Profil Pelajar Pancasila
4. Tujuan satuan pendiidkan sebaiknya dirumuskan secara sistematis
Contoh
Visi: Terbentiknya insan yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, mandiri, berbudaya lingkungan dan berprestasi tinggi dalam bidang akademik dan non-akademik
Misi:
1. Membangun insan akademik yang berjiwa wirausaha agar dapat hidup mandiri dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan dunia global
2. mewujudkan sistem kebijakan sekolah yan mendukung gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (GBPLHS)
Tujuan:
Membimbing insan akademik yang kreatif inovatif dan berjiwa wirausaha, yang dapat memanfaatkan potensi lokal erutama pariwisata dan pertanian agar dapat hidup mandiri dan dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan dunia gobal.
Contoh 2
Visi
Terwujudnya lulusan yang memiliki performa karakter unggul dan kompetensi berstandar internasional
Misi
Memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik yang berorientasi pada pengembangan knowledge, skill &attitude berbasis industri 4,0 serta menguatkan karakter generasi cinta prestasi yan sesuai dengan tuntutan dunia industri
Tujuan Program Keahlian Kuliner
Menciptakan lulusan siap kerja, memahami isu terkini bidang kuliner lokal serta mampu mengikuti tuntutan kebutuhan daerah
PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
Ada 4 ciri-ciri satuan pendidikan
1. serasi dan mendeskripsikan visi
2. fokus pada hasi yang diinginkan peserta didik
3. mendukung profil pelajar pancasila
4. sistematis
Tujuan Satuan Pendidikan Yang Mendukung Profil Pelajar Pancasila
Posisi profil Pelajar Pancasila di Kurikulum Satuan Pendidikan
1. Profil Pelajar Pancasila (PPP) harus menjadi pondasi termasuk elemen dan subelemnnya karena merupakan elaborasi karena merupakan elaborasi dari tujuan nasional pendidikan
2. PPP harus menjadi prinsip utama dalam pembelajaran untuk membantu peserta didik berkembang sesuai keragaman potensinya
3. PPP perlu menjadi alat untuk melakukan refleksi dan analisis seluruh program pembelajaran di satuan pendidikan
Contoh tujuan satuan pendidikan
1. Melaksanakan pembelajaran aktif dalam kelas di setiap mata pelajaran
2. Melaksanakan ibadah secara rutin sesuai dengan ajaran agama masing-masing peserta didik
3. Mewujudkan program unggulan adiwiyata melalui sekolah bersih dan hijau
1. Melaksanakan pembelajaran aktif dalam kelas di setiap mata pelajaran (Bernalar Kritis)
2. Pelaksanaan ibadah secara rutin sesuai dengan ajaran agama masing-masing peserta didik (Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan YME dan berakhlaq Mulia)
3. Mewujudkan program adiwiyata melalui program sekolah bersih dan hijau
(Bergotong royong)
Contoh tujuan satuan pendidikan:
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME (Salah)
Belum mengukur hasil yang diharapkan serta waktu pencapaian
Terwujudnya peserta didik yang secara rutin dan mandiri melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya (Benar)
Melaksanakan program sekolah dalam peningkatan kebinekaan global peserta didik (salah)
Menghasilkan peserta didik yang menghargai keberagaman budaya dan mampu berinteraksi dengan sesama dari latar belakang yang berbeda
Dalam membuta kalimat tujuan pendidikan tidak harus memuat dimensi PPP
Satuan pendidikan tidak harus mengaitkan tujuannya ke semua dimensi PPP
Buatlah tujuan yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan
Komentar
Posting Komentar