MATERI SEMANGAT GURU 3 PELATIHAN MANDIRI PMM

 1. POLA PIKIR BERTUMBUH

Manusia dengan pola pikir bertumbuh akan memiliki resiliensi terhadap perubahan apapun. Kita harus membekali anak-anak didik kita dengan kompetensi yang sesuai dengan jamannya. 

Bakat dan kecerdasan tidak bisa memprediksi kesuksesan seseorang. Orang yang yakin bahwa orang bisa berubah dan tidak dibatasi oleh bakat dan kecerdasan seseorang disebut dengan orang dengan pola pikir bertumbuh. Pola pikir bertumbuh yakin bahwa bisa berhasil walaupun mengalami gagal berkali-kali.

Pola pikir bertumbuh dapat membuat seseorang bangkit dari kesalahan kecil, masalah besar dan bencana.

Orang yang tidak mau berubah walaupun memiliki bakat dan kecerdasan disebut dengan orang yang statis.

Kita diharapkan memiliki pola pikir bertumbuh dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.


Orang yang tangguh dan resilien memiliki pola pikir bertubuh. Nampak pada ciri-ciri berikut

1. Selalu menanggapi lingkungan dengan keyakinan "saya bisa"

2. Rajin memicu "learning mood" diri sendiri

3. Mampu menyambut tantangan

4. Santai dalam menerima umpan balik karena sadar  bahwa umpan balik sebagai bahan untuk menjadi lebih baik

5. Melihat kegagalan sebagi petunjuk bahwa disitulah petunjuk bahwa di aspek itulah dia harus belajar.


Jadi karakteristik dengan pola pikir bertumbuh adalah sebagai berikut:

1. mampu meregulasi emosi

2. mampu mengatasi stress

3. mampu beradaptasi

8 praktik harian untuk memupuk pola pikir bertumbuh?

1. merangkul tantangan

2. mengubah pandangan terhadap usaha

3. belajar dari pengalaman

4. cari tahu umpan balik yang membangun

5. belajar dari teladan atau mentor

6. gunakan bahasa pola pikir bertumbuh

7. kepung diri kita dengan orang-orang dengan pola pikir bertumbuh

8. ajarkan pola pikir bertumbuh pada orang lain



2. KEPEMIMPINAN, INOVASI DAN MERDEKA BELAJAR

Kurikulum merdeka memberi kemerdekaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan eserta didik.

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.

Guru bertanggung jawab untuk mengorganisir, mendapatkan perhatian, menginspirasi, melibatkan dan memastikan kelancaran pembelajaran.

Kepemimpinan yang efektif berarti:

1. menginspirasi dan memotivasi orang lain

2. memberikan visi untuk masa depan

3. bertindak sebagai mentor untuk membangun komunitas

4. mengimplementasikan visi

Pemimpin di dalam kelas

1. memprioritaskan belajar dan mengajar

2. mendukung budaya belajar berkelanjutan

3. menggunakan bukti atau data terkait capaian akademik murid untuk membuat keputusan dan menentukan prioritas

4 komponen praktik kepemimpinan kelas 

1. model (memberikan keteladanan)

2. experience (menciptakan pengalaman)

3. share (membagikan ilmu)

4. trust (membangun kepercayaan)

Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir.



3. SELF REGULATED LEARNING

Self regulated learning membuat peserta didik dapat mengambil keputusan yang mengarah kepada hal yang positif untuk mencapai tujuannya. Hal ini seiring dengan konsep merdeka belajar dimana murid menjadi subyek dalam pendidikan dan membuat keputusan untuk proses dan cara belajarnya sendiri.

3 poin self regulated learning

1. pandangan pendidikan oleh ki Hajar Dewantara

2. 3 komponen utama self regulated learning

3. keterampilan kunci untuk praktek self regulated learning

Pandangan Ki Hajar Dewantara:

1. merdeka/tidak diperintah orang lain/belajar tanpa diperintah tetapi karena kehendak sendiri

2. berdiri tegak karena kekuatan sendiri

3. cakap mengatur hidupnya dengan tertib

konsep self-regulated learning menekankan pentingnya seorang pelajar mengatur tujuan, cara, dan penilaian belajarnya.

3 komponen self-regulated learning:

1. komitmen pada tujuan

2. mandiri pada cara

3. refleksi secara berkala

Sebulan ke depan saya akan mempraktikkan self-regulated learning dengan cara:

1 . Saya akan coba melibatkan murid dalam merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusun rubrik penilaian sehingga murid saya juga akan konsisten dengan tujuan belajar sesuai yang disepakati bersama.

2. Saya akan fokus kepada pembelajaran yang berpusat pada murid dengan 

3. Saya akan memfasilitasi belajar murid dan menjadi fasilitator pembelajaran

4. belajar dan mempraktikkan proses self-regulated learning untuk pengembangan diri

5. mengembangkan kompetensi digital

6. memfasilitasi perkembangan skil digital guru



4. KOMUNIKASI EFEKTIF DAN EMPATI

Kompetensi abad 21 terdiri dari 6C, yaitu charakter, citizenship, critical thinking, creativiti, collaboration, dan communication.

Kompetensi 6c ini diharapkan mendukung pada pelaksanaan merdeka belajar yang berpusat kepada peserta didik.

Konsep 6C mendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang seimbang dan berpusat pada perkembangan potensi siswa.

Komunikasi yang efektif dan penuh empati memperkuat kemampuan 6C.

Kounikasi membantu siswa dalam:

1. mengembangkan kemampuan berpikir lebih dalam

2. berkolaborasi dengan lebih baik

3. memahami nilai-nilai mral yang penting dalam berkomunikasi dengan orang lain

komunikasi efektif adalah pertukaran informasi yang paling dipahami oleh lawan bicara sehingga tujuan tercapai. Komunikasi efektif membuat 2 pembicara saling memahami satu sma lain. Jadi komunikasi efektif artinya berbicara sambil mendengar untuk memahami. Target komunikasi dalam pendidikan adalah murid, orang tua dan sekolah.

Tujuan komunikasi adalah supaya terjalin hubungan yang baik untuk mencapai tujuan.



5. KOMUNIKASI EFEKTIF DAN PENUH EMPATI DENGAN MURID, ORANG TUA, DAN SEKOLAH

Pola komunikasi efektif yang penuh empati dapat memberikan dukungan yang memungkinkan  individu merasa dihargai, didengar dan didorong untuk tumbuh.

2 rekomendasi komunikasi efektif dan penuh empati:

1. komunikasi yang mendorong dan mendukung

2. umpan balik yang konstruktif dan kolaboratif

Komunikasi yang memvalidasi, mendukung dan mendorong peserta didik sehingga membangun rasa percaya diri mereka untuk meraih potensi yang terbaik.

Komunikasi yang mendorong dan mendukung terdiri dari:

1. mendengarkan dengan tulus

2. bertanya dengan teliti

3. menghargai kepentingan dan kebutuhan individu

Selanjutnya saya akan mempraktikkan komunikasi efektif dan penuh empati kepada murid, orang tua dan sekolah.



7. Penataan Ruang Kelas yang mendukung komunikasi efektif yang penuh empati

Lingkungan yang ramah dan mendukung dapat membantu membentuk karakter siswa, mempromosikan kolaborasi yang baik, dan meningkatkan kualitas interaksi di antara semua anggota komunitas pendidikan.

4 Zona ruang belajar inovatif
1. Zona berpikir

2. Zona kolaborasi

3. Zona pembentukan

4. Zona presentasi


8. Literasi DIgital Penting Untuk Mendukung Implementasi Merdeka Belajar

Kurikulum Merdeka dirancang untuk menyiapkan murid untuk mampu menjawab tantangan peradaban manusia di masa depan. Teknologi dirancang untuk membantu manusia untuk menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu murid harus mampu untuk memanfaatkan teknologi agar dapat beradaptadi di masa depan. Guru harus bisa mencotohkan kepada murid untuk memanfaatkan teknologi dengan memanfaatkan teknologi.

Menurut UNESCO (2018) literasi digital adalah kemampuan mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengomunikasikan, menevaluasi dan menciptakan informasi dengan aman dan tepat guna dengan menggunakan teknologi digital.

Dalam konteks pembelajaran, literasi digital berarti kemampuan mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan dan menciptakan pengetahuan.

Model TPACK dikembangkan oleh Mishra dan Koehler pada tahun 2006, khusus untuk membantu guru mencapai praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 

9. mempraktikkan SOftskill Literasi DIgital

5 tahapan murid mengerjakan tugas:

1. kaji

2. konsep

3. diskusi

4. kemas

5. sebar


Untuk tahap kaji kita bisa menggunakan search engine dan chat GPT.

Pada tahap konsep kita menyuguhkan gagasan kita ke kelas. Bentuk penyajiannya berupa naskah dan mindmap. Contoh aplikasinya adalah doc dan slide.

Pada tahap diskusi kita bertukar pikiran dan mengundang umpan balik. Contoh aplikasi yang digunakan WAG, Google CLassroom, Telegram.

Pada tahap kemas kita membutuhkan aplikas CANVA.

Untuk tahap sebar kita bisa menggunakan media sosial seperti LinkIN, Instagram, Youtube, dll.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Posters Kelas 8G, H, I, J, K

Telling about Report Text of Class 9K

How to give comment in social media